Inilah titik jenuh. Sejenuh-jenuhnya. Tapi saya cuma mau berbagi. Mungkin susah tapi kamu boleh menolak, bila benar-benar tak ingin.
Apa yang akan kamu lakukan ketika kamu lelah dan kamu ingin semua orang tau kalau kamu lelah? Tapi kamu tidak mau memberi tau dengan mulutmu sendiri, kamu mau mereka tau sendiri. Terlebih jika orang-orang itulah yang membuat kamu lelah, fisik dan mental. Apa yang akan kamu lakukan?
Dulu saya pernah berpikir kalau berbuat baik adalah suatu tuntutan hidup. Tuntutan yang harus dijaga agar kita juga mendapatkan hasil yang sebaliknya sama. Karena seperti kata-kata yang saya pegang penuh, kebaikan sekecil apapun pasti akan mendapat balasan. Sepercaya itu saya pada kata-kata apik tersebut sehingga selalu saya berusaha menjaga tingkah laku. Berusaha mati-matian agar tidak menyakiti hati orang lain. Untuk membantu di saat ada yang membutuhkan. Untuk selalu ada di saat ada yang mencari. Biarpun harus berlari-lari ke sana kemari.
Tapi saya tidak pernah secapai ini.
Untuk pertama kali seumur hidup saya merasa ingin sekali mengeluh dan memaki. Saya merasa ingin sekali menanyakan balasan yang seharusnya saya telah terima. Untuk pertama kalinya saya merasa sebegitu dunia tidak adil. Tidak adil karena kadang saya merasa sudah tidak kuat lagi tapi saya terus berdiri. Merasa ingin sekali marah kepada orang-orang yang terhadap mereka saya sudah meluangkan begitu banyak hal. Marah karena sepertinya mereka tidak melihat saya sebagai sesuatu atau seseorang. Marah karena sekasar-kasarnya, saya merasa, selalu saya yang dikorbankan. Ingin sekali marah, ingin sekali tapi saya tidak bisa.
Saya masih begitu. Saya masih melakukan hal yang entah benar atau salah.
Dan setiap saya ingin mengeluh dan memanggil yang lain untuk bercerita saya malah merasa semakin salah. Merasa salah karena membuat mereka terlihat salah di mata orang-orang lain. Semacam mengadu domba. Apa saya yang salah karena saya merasa lelah? Apa saya tidak boleh lelah?
Dengarkan saja saya, tidak usahlah menghakimi siapa yang salah. Kecuali saya, jika kamu benar-benar ingin menyalahkan saya. Mungkin memang saya yang salah. Karena ketika lelah, saya hanya ingin bercerita. Karena mungkin itu bisa membuat saya lega kemudian.
Apa yang akan kamu lakukan ketika kamu lelah dan kamu ingin semua orang tau kalau kamu lelah? Tapi kamu tidak mau memberi tau dengan mulutmu sendiri, kamu mau mereka tau sendiri. Terlebih jika orang-orang itulah yang membuat kamu lelah, fisik dan mental. Apa yang akan kamu lakukan?
Dulu saya pernah berpikir kalau berbuat baik adalah suatu tuntutan hidup. Tuntutan yang harus dijaga agar kita juga mendapatkan hasil yang sebaliknya sama. Karena seperti kata-kata yang saya pegang penuh, kebaikan sekecil apapun pasti akan mendapat balasan. Sepercaya itu saya pada kata-kata apik tersebut sehingga selalu saya berusaha menjaga tingkah laku. Berusaha mati-matian agar tidak menyakiti hati orang lain. Untuk membantu di saat ada yang membutuhkan. Untuk selalu ada di saat ada yang mencari. Biarpun harus berlari-lari ke sana kemari.
Tapi saya tidak pernah secapai ini.
Untuk pertama kali seumur hidup saya merasa ingin sekali mengeluh dan memaki. Saya merasa ingin sekali menanyakan balasan yang seharusnya saya telah terima. Untuk pertama kalinya saya merasa sebegitu dunia tidak adil. Tidak adil karena kadang saya merasa sudah tidak kuat lagi tapi saya terus berdiri. Merasa ingin sekali marah kepada orang-orang yang terhadap mereka saya sudah meluangkan begitu banyak hal. Marah karena sepertinya mereka tidak melihat saya sebagai sesuatu atau seseorang. Marah karena sekasar-kasarnya, saya merasa, selalu saya yang dikorbankan. Ingin sekali marah, ingin sekali tapi saya tidak bisa.
Saya masih begitu. Saya masih melakukan hal yang entah benar atau salah.
Dan setiap saya ingin mengeluh dan memanggil yang lain untuk bercerita saya malah merasa semakin salah. Merasa salah karena membuat mereka terlihat salah di mata orang-orang lain. Semacam mengadu domba. Apa saya yang salah karena saya merasa lelah? Apa saya tidak boleh lelah?
Dengarkan saja saya, tidak usahlah menghakimi siapa yang salah. Kecuali saya, jika kamu benar-benar ingin menyalahkan saya. Mungkin memang saya yang salah. Karena ketika lelah, saya hanya ingin bercerita. Karena mungkin itu bisa membuat saya lega kemudian.
