Minggu, 01 Mei 2011

Pro-Kontra Demoaksi

Saya pernah bilang 'kontra demoaksi tidak dapat didefinisikan sebagai apatis'.

Demoaksi adalah upaya, yang umumnya dilakukan mahasiswa, untuk menuntut suatu hal kepada pemerintahan dengan beramai-ramai membawa spanduk dan meneriakkan hal-hal yang mereka inginkan. Biasanya diiringi pula dengan toa.

Pagi ini saya mengicaukan beberapa pemikiran saya melalui twitter, sebagai berikut

~->
Ada beberapa alasan kenapa gw sangat kontra demoaksi;
1) Demoaksi itu persentasi keberhasilan misinya sangat kecil. Lo pikir segampang itu membolak-balik nurani pemerintah?
2) Demoaksi itu mengganggu kepentingan umum. Biarpun udah ijin sama kepolisian, Lo pikir jalan raya punya mertua lo?
3) Demoaksi itu kadang bisa mengakibatkan pertumpahan darah. Lo pikir lo bisa ganti nyawa anak orang yang lo ajak teriak-teriak?
4) Demoaksi itu nambah jam kerja bokap gue. Kaya hari ini nih. Lo pikir bokap gw ga butuh istirahat? #lho
<-~

Tweets ini lumayan banyak menarik RT dan opini pro-kontra teman-teman followers. Dan di antara itu ada yang menarik dan akhirnya menjadi perbincangan antara saya dan Muhammad Daud (Boy), seorang senior jurusan saya #kom07. Berikut;

~->
@muhammad_ daud: @novelianoel menarik pel tweets-nya hahaha. Kalo menurut pandangan lo, para buruh harus berbuat apa biar didengar?

@novelianoel:
@muhammad_daud haha sebenernya ga cuma buruh aja sih boy, mahasiswa juga. Buat gw sih cara menyadarkan semuanya sih ya naikkin kualitasnya.

@novelianoel:
@muhammad_daud kalo kualitas udah tinggi sementara pemerintah ga ngasih timbal balik, ntar juga malu sendiri menurut gw pemerintahnya

@muhammad_ daud:
@novelianoel kalo rakyat semua bs menaikan kualitasnya scr otonom sebetulnya gk perlu ada pemerintahan. Sygnya yg berlaku adlh anti tesisnya

@muhammad_ daud:
@novelianoel rasanya agak sulit bergantung sama kemaluan pemerintah. Didemo aja gk malu apa lagi enggak.

@muhammad_ daud:
@novelianoel tp disatu sisi gw stuju bgt pel. Buat kita yg sdh memiliki sumber daya utk ngembangin diri, mulai aja dari diri sendiri.

@novelianoel:
@muhammad_daud iya, mulai dari yang udah mampu. masalahnya adalah kita ga tau cara meluluhkan pemerintah yg bener-bener efektif. haha

@muhammad_ daud:
@novelianoel dan sembari ngembangin diri, protes gk salah loh. Mereka punya amanat dr kita dan gk pernah salah mengingatkan klo mrk lupa :)

@novelianoel:
@muhammad_daud protes emang ga salah, tapi kepentingan orang lain juga jangan dilupakan.

@muhammad_ daud:
@novelianoel pastinya! Hehe
<-~

Omongan Boy memang tidak bisa saya salahkan. Benar sekali kalau untuk menunggu rasa malu pemerintah entah harus menunggu sampai berapa lama kita tidak tau. Tapi menurut saya pribadi, demoaksi seharusnya jadi cara terakhir yang mesti kita tempuh.

Kenapa? Saya sering sekali berpikir bahwa suatu upaya demoaksi pasti akan jadi pemberitaan media. Dan menurut saya ini sama saja membuka aib negara kita sendiri di mata dunia. Sampai kita dianggap sebagai negara yang sering sekali melakukan demo, seberapa kacaukah pemerintahan kita di mata negara lain? Seberapa tidak kompakkah masyarakat sipil dan para petinggi kita sampai sebegitu bermusuhannya? Menurut saya ini cukup memalukan.

Masih banyak cara yang lebih baik buat membuka mata pemerintah selain protes. Sadarkan dengan perbuatan positif kita. Mulai dari diri sendiri.

Saya bisa melihat hitam putihnya demoaksi. Tapi sampai hari ini saya masih berdiri di garis yang sama seperti kemarin-kemarin. Tidak radikal, tapi saya seorang kontra.

Tapi sekali lagi, kontra demoaksi tidak berarti apatis. Terimakasih.

0 comments:

Poskan Komentar